Uncategorized

Monyet Serang Balita hingga Tewas di Pamekasan, Akhirnya Dibunuh Pemiliknya

45
×

Monyet Serang Balita hingga Tewas di Pamekasan, Akhirnya Dibunuh Pemiliknya

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN – Peristiwa tragis terjadi di Dusun Togur Laok, Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Seorang balita bernama Muhammad Kenzi (5 tahun) meninggal dunia setelah diserang secara brutal oleh seekor monyet peliharaan warga. Hewan tersebut akhirnya dibunuh oleh pemiliknya sendiri setelah kembali ke rumah.

Insiden bermula pada Selasa (31/3/2026) sore menjelang magrib, ketika monyet milik Saiful terlepas dari ikatan rantainya. Pemilik sempat melakukan pencarian, namun hewan tersebut tidak ditemukan.

Keesokan harinya, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, Kenzi sedang bermain bersama dua temannya, Wanda (6 tahun) dan Kanza (7 tahun), di rumah pamannya. Tiba-tiba monyet yang lepas itu datang secara agresif dan menyerang ketiga anak tersebut.

Wanda dan Kanza berhasil melarikan diri dengan melompati pagar rumah, namun Kenzi yang bertubuh lebih kecil tidak sempat menghindar. Akibat serangan itu, korban mengalami luka robek serius di paha kanan dan tangan kanan.

Keluarga segera membawa Kenzi ke RSUD Waru untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayangnya, nyawa balita tersebut tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Kejadian ini memicu kemarahan dan kepanikan warga setempat. Setelah menyerang korban, monyet tersebut kembali ke rumah pemiliknya yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi kejadian. Saat itulah, Saiful langsung membunuh hewan peliharaannya tersebut.

Kapolsek Pasean, AKP Gunarto, membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata pemilik hewan, serta mengumpulkan keterangan saksi. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk meneliti kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pemeliharaan hewan tersebut.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap hewan peliharaan yang berpotensi membahayakan, terutama di lingkungan yang banyak anak-anak. Ia juga menyarankan agar selalu memeriksa kondisi kandang atau ikatan hewan secara berkala untuk mencegah hal serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *